- [Fanfict] Terimakasih Untuk Segala nya Sahabat ! (Created by Admin #AZR) - ShareAboutJKT48

124

Berita Terbaru
Wednesday, April 24, 2013

[Fanfict] Terimakasih Untuk Segala nya Sahabat ! (Created by Admin #AZR)


Terimakasih Untuk Segala nya Sahabat ! (Inspired by Cindy Christina Gulla)


                “Mas es cream nya satu ya” Pinta Dessy pada pedagang es cream yang menjualkan dagangannya di taman kota pagi itu.
“Lah buat gua mana Des ? Tega bener lu” Protes ku pada Dessy.
“Beli sendiri lah ! Masa cewek nraktir cowo sih ? Hellooo,udah 2013 Yog !” Balas Dessy berteriak di depan telingaku,yang langsung membuatku pusing sesaat.
“Serah lu dah !” Balas ku lagi sembari ikut memesan es cream yang sama dengan Dessy.
Perkenalkan nama ku Yogi. Aku sekarang berumur 12 tahun,saat ini aku sudah menginjak kelas 1 SMP. Aku dan Dessy sudah bersahabat sejak kami kecil. Aku dan Dessy satu kelas di SMP ****. Rumah ku dan Dessy pun satu komplek.
                Aku dan Dessy saat itu sedang lari pagi di taman kota. Kami pun istirahat sebentar di bawah pohon yang menaungi kami dari panas nya sinar matahari pagi itu.
“Des lu gede nanti mau jadi apa Des ?” Tanya ku pada Dessy sambil menikmati es cream yang ada di tanganku.
“Apa yah ? Ya aku ingin jadi ibu rumah tangga yang baik aja deh,yang nurut sama suami nya kelak” Jawab Dessy sembari tersenyum menatap indah nya taman kota pagi itu.
“Kalau kamu ?” Balas Dessy bertanya pada ku.
“Aku ingin jadi sukses ! Terus bisa membahagiakan orang tua ku dan juga pasangan ku nanti pasti nya” Balasku bersemangat sembari melihat cewek yang duduk di seberang kami. Dia seorang diri waktu itu.
“Eehh cantik banget tu cewek Des,loly banget !” Ucap ku berbisik pada Dessy mengagumi paras cantik dari cewek yang langsung membuat hati ku luluh pagi itu.
Dessy pun terlihat senyum melihat tingkah Yogi yang aneh waktu pagi itu,tak pernah dia melihat Yogi seperti ini sebelum nya.
“Lu suka sama tu cewek Yog ?” Tanya Dessy pada Yogi yang saat itu tampak terhipnotis akan cewek yang membuat nya jatuh hati pagi itu
“Suka banget !!!” Balas ku bersemangat.
“Ohh gitu ya,bentar ya” Ucap Dessy sambil pergi meninggalkan Yogi.
Dessy pun terlihat datang menghampiri cewek itu,sementara Yogi hanya melihat dari kejauhan.
“Hai boleh aku duduk di sini ?” Tanya Dessy pada cewek yang sedang duduk sendirian itu.
“Boleh dengan senang hati” Balas Cewek itu ramah dengan senyum manis nya.
Yogi pun nampak grogi melihat kelakuan Dessy yang terlihat nekat itu,masa belum apa-apa dia udah mau duduk sama tu cewek sih. Ucap Yogi dalam hati.
“Btw nama kamu siapa ?” Tanya Dessy pada cewek itu.
“Ohh iya nama ku Cindy Gulla, kamu boleh panggil aku Cindy. Kalau kamu sendiri ?” Jawab Cindy dengan riang nya sembari menjulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Dessy.
“Nama aku Dessy Purnama Sari, kamu boleh panggil aku Dessy” Balas Dessy sembari berjabat tangan dengan Cindy.
Mereka pun berbicara lama sekali,sampai-sampai Dessy lupa masih ada Yogi yang menunggu nya untuk pulang. Padahal mereka baru kenal 1 jam yang lalu tapi mereka sudah terlihat sangat akrab waktu itu. Maklum lah Dessy orang nya memang asik untuk di ajak bicara.
“Ohh iya aku sampai lupa nih Cin. Kenalin itu sahabat aku Yogi. Yog sini dong !” Teriak Dessy pada Yogi yang masih duduk seorang diri di seberang mereka berdua.
“Sialan mana pake acara manggil gua segala lagi” Ucap ku dalam hati,Aku sangat grogi waktu itu.
Aku pun langsung duduk di sebelah Dessy.
“Kenalan dulu deh Yog sama dia,asik loh orang nya” Ucap Dessy yang saat itu berada di antara Cindy dan Yogi.
“Kenalin nama ku Yogi Pratama. Kamu bisa panggil Aku yogi. Kalau kamu sendiri nama nya siapa ?” Ucap ku memperkenalkan diri sembari menjulurkan tangan ku untuk bersalaman dgn nya.
“Perkenalkan nama ku Cindy Gulla,kamu bisa panggil aku Cindy” Balas Cindy memperkenalkan diri sambil bersalaman dengan ku.
“Ya Tuhan ini kah bidadari yang kau kirimkan untukku ? Ini terlalu sempurna untukku Tuhan” Ucap ku dalam hati bersyukur karena bisa kenalan sama cewek secantik Cindy.
“Wah Cindy Gulla yah. Pantes kamu manis banget,semanis nama kamu Cin. Hehehe” Ucap ku mencoba bercanda dengan Cindy.
“Ahahaha bisa aja nih Yogi. Btw salam kenal ya Yog”. Balas Cindy dengan senyum manis nya untukku.
“Iya salam kenal juga ya ! Ehh aku mau beli minum dulu ya untuk kalian berdua” Balas ku pada Cindy sembari pergi meninggalkan mereka berdua untuk beli minum.
“Bang juice jeruk nya 2 ya,jangan pake cabe” Pinta ku pada pedagang juice itu sembari bercanda. Pedagang itu pun tertawa karena candaan ku tadi.
Aku pun kembali ke tempat Cindy dan Dessy tadi. Namun tak nampak ada nya Dessy di sana,yang ada hanyalah Cindy seorang diri.
“Hai Cindy. Ehh ngomong-ngomong Dessy kemana ? Tanya ku pada Cindy yang saat itu menggunakan jaket tebal dan celana jeans tiga perempat nya.
“Tadi kata nya dia pulang duluan karena di suruh pulang oleh mama nya” Balas Cindy tersenyum menyambut kehadiranku.
Asem dah Dessy tega-tega nya dia ninggalin gua sendirian,nanti kalo gua pingsan gara” ga tahan karena ngeliat kecantikannya Cindy gimana ? Ucap ku dalam hati lebay.
“Ohh gitu ya. Ini minum dulu yuk” Ucap ku pada Cindy sembari mengasihkan juice tadi ke diri nya.
“Ahh jadi ga enak nih ngerepotin. Makasih banyak ya Yog” Ucap Cindy sambil menerima juice pemberian ku tadi.

Jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi saat itu,sudah 3 jam lebih Yogi bersama Cindy di taman pagi itu. Yogi pun memutuskan untuk pulang bersama Cindy.
“Cin pulang yuk,rumah kamu kan di dekat rumah ku. Sekalian aja barengan” Tawarku pada Cindy. Kebetulan rumah Cindy dan rumah ku ternyata berdekatan. Aku pun sudah tau rumah itu,rumah itu adalah rumah termewah yang ada di komplek kami. Jadi wajar saja aku sudah mengetahui nya ketika Cindy menggambarkan gambaran rumah nya tadi saat berbicara dgn ku.
“Ayo !” Ucap Cindy dengan bersemangat.
“Ya Tuhan,ini kah yang nama nya Cinta pandangan pertama ? Semoga dia adalah cinta yang ku cari selama ini Tuhan” Ucap ku dalam hati ketika melihat wajah Cindy yang sangat bersemangat itu.
Di tengah jalan pulang pun aku masih mengobrol dengannya. Tapi Cindy tampak terlihat sangat pucat pagi itu.
“Kamu ngga papa ? Kamu terlihat pucat banget Cin” Tanya ku khawatir pada Cindy.
“Aku ngga papa kok,udah biasa” Balas Cindy dengan gemetar.
Tak beberapa lama Cindy jatuh pingsan.
“Astaga Cindy kamu kenapa !?” Ucap ku sembari menggendong Cindy dan berlari secepat nya ke rumah Cindy.

“Dor...dor...dor !” Terdengar suara gedoran dari luar rumah Cindy.
Krekkk pintu pun terbuka dan tampak ayah nya Cindy menyambut kedatangan ku di rumah nya.
“Astaga Cindy penyakit nya kambuh lagi ! Cepat bawa dia masuk ke kamar nya !” Suruh ayah nya Cindy pada ku.
Dengan tergesa-gesa aku pun berlari ke kamar nya Cindy.
“Penyakit nya kambuh lagi ? Emang nya dia punya penyakit apa ya ?” Ucap ku bertanya-tanya dalam hati sembari merebahkan Cindy di atas kasur kamar nya.
Ayah Cindy masuk ke kamar Cindy dan di tangannya tampak obat-obatan yang begitu banyak.
“Dia kalau telat minum obat bisa berbahaya !” Tegas ayah nya Cindy sembari memasukkan obat-obatan tadi ke mulut nya Cindy tak lupa air putih juga.
“Mohon maaf sebelum nya pak. Cindy ini menderita penyakit apa ya ?” Ucap ku bertanya pada ayah nya Cindy yang waktu itu nampak sangat khawatir melihat Cindy yang masih tergeletak di kasur kamar nya.
“Dia mempunyai penyakit kanker di jantung nya,sudah lama dia mengidap penyakit ini. Sudah lama pula dia meminum obat-obatan yang tak berguna ini ! Berguna hanya untuk menahan sakit nya saja” Jawab ayah Cindy dengan emosi nya.
Yogi pun terlihat takut melihat sikap ayah Cindy tadi.
“Maafkan sikap om barusan,om memang suka emosi kalau ngomong tentang penyakit putri om satu-satu nya ini” Ucap Ayah Cindy meminta maaf pada Yogi.
“Ahh ga papa kok om,ohh iya kenalin nama ku Yogi om. Aku temennya Cindy walaupun hanya beberapa jam yang lalu kami berkenalan” Jawab ku sembari memperkenal kan diri pada ayah nya Cindy.
“Ohh Yogi ya. Terimakasih banyak ya kamu sudah nemenin Cindy pulang tadi,kalau ngga ada kamu gimana nasib Cindy jika dia pingsan di tengah jalan sendirian tadi ?” Ucap Ayah nya Cindy berterimakasih pada Yogi.
“Sama-sama om” Jawab Yogi tersenyum.
“Uhuk...uhuk...” Tampak Cindy sudah sadar dari pingsannya.
“Ayah ? Penyakit ku kambuh lagi ya ?” Tanya Cindy khawatir. Khawatir kalau Yogi akan mengetahui penyakit nya itu.
“Iya nak,kamu tadi di antarkan oleh nak Yogi karena kamu jatuh pingsan sewaktu di jalan pulang ke rumah tadi” Jawab ayah nya Cindy sambil mengelus rambut anak kesayangannya itu.
Cindy pun tampak sedih. Cindy sedih bahwa Yogi pasti sudah mengetahui penyakit nya tersebut. Cindy takut perasaan Yogi pada diri nya berkurang karena penyakit nya ini.
Yogi pun tampak bingung melihat ekspresi sedih dari wajah cantik nya Cindy waktu itu.

***

1 tahun kemudian aku sudah berpacaran dengan Cindy...
“Selamat pagi manis ! Tebak aku bawa apa ?” Ucap ku pada Cindy yang saat itu tengah duduk di depan teras rumah nya.
“Apa ya ? Pasti nya bawa badan sama bawa baju dong !” Jawab Cindy seenak nya.
“Yee ga bisa jawab nih,nyerah ?” Balasku sembari duduk di sebelah Cindy yang sore hari itu nampak memakai baju santai.
“Nyerah deh. Emang apaan sih ?” Tanya Cindy penasaran akan sesuatu yang ku sembunyikan di balik badan ku sore itu.
“Tada ! ! ! ini boneka spongebob kesukaan kamu ! Aku beliin ini agar kamu ga kesepian lagi di rumah nanti nya” Ucap ku memberi surprise pada Cindy sembari mengasihkan boneka itu pada nya.
“Aaaaa ! lucu banget Yog. Makasih ya” Balas Cindy dengan refleks langsung memelukku yg ada di samping nya.
“Ini kah yang nama nya keindahan cinta yang sering di sebut oleh banyak orang itu ?” Tanya ku dalam hati saat Cindy memelukku dengan erat nya.
“Hehehe iya sama-sama cantik !” Ucap ku sembari mencubit pipi nya.

Kring...kring...kring ! Suara jam alarm kamarku membangunkan ku dari tidur panjang ku pagi itu.
“Hwaaaa ! Ini hari minggu ya ? Pasti hari ini Dessy ngajak aku lari pagi nih” Ucap ku dalam hati sembari membuka jendela kamar tidur ku agar cahaya matahari dapat menerangi kamarku yang gelap ini.
Tak beberapa lama Dessy pun datang menjemput Yogi untuk mengajak Yogi lari pagi.
“Yogi lari yuk !” Teriak Dessy dari luar rumah ku.
“Aduh nanti aja ya,soal nya aku hari ini musti dateng ke rumah nya Cindy. Dia masih sakit-sakitan” Ucap ku pada Dessy dari luar pagar rumah ku.
Dessy pun terlihat sedih mendengar pernyataan sahabat nya itu. Sudah berapa kali Yogi menolak ajakan Dessy itu. Padahal Dessy hanya ingin meminta waktu Yogi sebentar untuk memuaskan rasa rindu nya pada sahabat nya itu.
“Yahhh. Sebentar aja kok Yog” Balas Dessy memelas.
“Duh sorry banget Des. Untuk kali ini aku ga bisa nemenin kamu lari pagi. Aku masuk dulu ya Des” Jawab ku sembari kembali masuk ke dalam rumah untuk bersiap-siap ke rumah Cindy.
Dessy pun terlihat meneteskan air mata nya saat itu.
“Kamu berubah Yog ! Semenjak Cindy hadir di tengah kita kamu selalu ga ada waktu untukku. Kamu selalu mementingkan dia dari pada aku. Aku salah apa Yog !” Teriak Dessy di pinggir jalan pagi itu sambil menangis dengan deras nya.
Brakkk ! Sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabrak tubuh kecil Dessy. Tubuh Dessy terlempar jauh. Kaki Dessy mengeluarkan darah sangat banyak,hingga membuat diri nya langsung pingsan.

                “Ya Tuhan kenapa kamu seperti ini nak. Ini salah mama karena tak bisa menjaga mu nak” Tangis mama Dessy di sebelah ranjang tempat dimana Dessy rebahan.
“Ma Dessy dimana ma ?” Tanya Dessy dengan suara halus nya.
“Kamu di rumah sakit nak. Kamu mengalami kecelakaan saat kamu hendak lari pagi tadi” Jawab mama Dessy menangis.
“Terus ini kaki ku kenapa ma ? Apa kah aku akan cacat ?” Tanya Dessy kembali.
Mama Dessy hanya bisa terdiam dan menangis mendengar pertanyaan dari putri nya tersebut. Mama Dessy tak bisa menjawab.
Sambil tersenyum kecil Dessy pun berkata “Ma,tolong panggilkan Yogi ke sini ma. Aku ingin bertemu dengannya terakhir kali dalam hidup ku”. Ucap Dessy yang langsung membuat mama Dessy terkejut.
“ma...maksud kamu apa nak ?” Tanya mama Dessy dengan gemetar
Jadi Dessy berniat untuk menyumbangkan jantung nya untuk Cindy. Dessy sudah mengetahui penyakit kanker jantung yang di derita Cindy saat Yogi bercerita banyak tentang nya.
“Kamu sudah yakin nak ?” Tanya mama Dessy pasrah akan keputusan putri nya itu.
“Aku sudah yakin sekali ma. Aku ingin berkorban untuk kebahagiaan sahabat ku itu.

                Kring...kring...kring. Bunyi HP Yogi berdering waktu itu.
“Sebentar ya sayang aku angkat telpon dulu” Ucap Yogi yang saat itu sedang asik bercanda dengan Cindy di rumah nya pagi itu.
“Ya tante ada apa ?” Ucap Yogi saat mengangkat telpon dari mama nya Dessy.
"Yogi cepat ke rumah sakit ! Dessy baru saja mengalami kecelakaan !" Ucap mama nya Dessy di telpon.
Yogi pun terdiam beberapa saat,kemudian meneteskan sedikit air mata nya.
“Ada apa sayang ? Kok kamu menangis ?” Tanya Cindy sambil mendekat pada Yogi.
Yogi pun dengan sigap menarik tangan Cindy. “Ayo kita ke rumah sakit sekarang,Dessy mengalami kecelakaan !” Ucap Yogi.
Tak beberapa lama Yogi dan Cindy sudah tiba di rumah sakit dimana Dessy di rawat. Dessy pun tersenyum ketika melihat sahabat nya serta kekasih sahabat nya itu telah tiba di samping nya.
“Cindy,bisa aku ngomong berdua sebentar dengan Yogi ?” Pinta Dessy pada Cindy yang waktu itu berada di samping Yogi,Cindy pun keluar ruangan.
“Kamu kenapa Des ? Maaf semua ini gara-garaku yang membiarkan mu berpergian seorang diri” Ucap Yogi menyesali perbuatannya terhadap sahabat nya sendiri waktu pagi tadi.
“Ngga papa kok ohh ya aku ingin membicarakan sesuatu dengan mu Yog” Ucap Dessy.
Dessy pun menceritakan dengan panjang lebar bahwa dia sudah tak memiliki harapan untuk hidup lagi,kaki nya yang sudah di amputasi membuat hidup nya tak berarti. Jadi Dessy pun ingin menyumbangkan jantung nya pada Cindy guna menyembuhkan penyakit kanker yang ada di jantung nya itu.
“Tapi Des...” Protes Yogi memotong pembicaraan Dessy.
“Sudah lah Yog. Aku ingin kamu bahagia,biarlah jantungku membuat Cindy sembuh,hingga kau pun dapat berbahagia bersama nya" Jawab Dessy sembari mengeluarkan air mata kesedihan karena sebentar lagi persahabatan mereka akan terpisahkan oleh maut.
Yogi pun menangis sekencang-kencang nya dan berpelukan dengan sahabat sejati nya itu untuk terakhir kali nya.


***

Seminggu kemudian. . . .
“Gimana keadaannya dok ? apa kah operasi nya berhasil ?” Tanya Yogi pada dokter yang melakukan operasi pencangkokan jantung Cindy.
“Alhamdulillah operasi berjalan sukses tanpa ada nya hambatan. Dan pasien pun tinggal memerlukan istirahat yang cukup saja”. Jawab dokter menerangkan semua nya pada Yogi.
Yogi pun bersukur dan berterimakasih pada Dessy akan semua yang dia berikan untuk kekasih nya itu.

Ke esokan hari nya Yogi datang seorang diri ke pemakaman di mana Dessy di kuburkan. Dia menangis bahagia menceritakan tentang berhasil nya operasi pencangkokan jantung Dessy tersebut untuk di masukkan ke tubuh Cindy,guna menyembuhkan penyakit yang di derita Cindy selama ini.
Tak beberapa lama kemudian mama nya Dessy datang dengan membawa sepucuk surat yang di tuliskan Dessy untuk Yogi sebelum dia meninggal.
Yogi pun membuka surat tersebut dengan keadaan masih menangis.
“Untuk sahabat ku.
Wah kamu udah pacaran sama Cindy ya ? Selamat ! hehe.
Kamu masih ingat kan pertama kali kita ketemu sama Cindy ? Waktu itu kamu terlihat  lucu,kamu grogi banget waktu itu haha.
Tapi semua itu membuat hubungan persahabatan kita merenggang Yog. Tahukah kamu,setiap hari aku menangis melihat persahabatan kita yang tiap hari makin merenggang. Aku takut kamu melupakan ku Yog.
Tapi aku ingin kamu bahagia bersama Cindy Yog,Cindy lah orang yang pantas membahagiakan mu. Ku titipkan jantungku ini di tubuh Cindy,agar kamu selalu merasa akan hadir nya diriku setiap kali kamu berada di sisi Cindy.
Berbahagia lah sahabat ! Aku di sini selalu mendoakan mu.”
Yogi pun duduk bersimpuh di depan pusara Dessy,dengan keadaan masih menangis dia berkata “Suatu hari nanti aku akan menikahi Cindy Des,aku janji !” Ucap Yogi dengan mantap.
Langit pun bersinar dengan terangnya seakan menandakan kalau Dessy bahagia mendengar perkataan sahabat nya tadi.

***

15 tahun kemudian...
“Selamat ya Cindy ! Duh kamu cocok banget sama Yogi. Satu nya gagah satu nya lagi anggun” Ucap seorang teman Cindy yang mengucapkan selamat atas pernikahan diri nya dengan Yogi.
Ya hari itu Yogi dan Cindy telah resmi menikah. Yogi pun telah menepati janji nya dulu terhadap Dessy 15 tahun yang lalu.
Kini Yogi bahagia bersama Cindy,begitu pula dengan Cindy. Mereka tampak berbahagia pada hari itu.
“Terimakasih untuk segala nya sahabat ku ! Aku takkan pernah melupakan segala kenangan yang telah kita lalui semasa dulu. Aku janji !” Ucap Yogi dalam hati saat bersanding di pelaminan bersama pendamping hidup nya mulai saat itu,Cindy. 
Share Button

14 comments:

  1. keren sih ceritanya tapi gua ga terima Yoginya jadi suami cigul harusnya Yoshua !! walau cerpenpun gua ga terima!!! >.<

    ReplyDelete
  2. haha , kreativ banget gan. yg jadi Yoginya saya aja dong :>)

    ReplyDelete
  3. Harusnya Ɣªήğ jadi cowoknya mahardhika :v

    ReplyDelete
  4. Lagi lagi gw mau nangis.. tp kagak nangis :p

    ReplyDelete
  5. min kok ending nya hampir sama ya sama yang Aku Ingin Menjadi Kakak Teladan, endingnya sama2 baca surat hehe :D tapi bagus min sugoii dah :D

    ReplyDelete
  6. Kreatif gan.. tapi harusnya evan tuh haha :D dia oshi gue

    ReplyDelete
  7. Kreatif gan.. tapi harusnya evan tuh haha :D dia oshi gue

    ReplyDelete
  8. Kreatif gan... Tpi kok endingnya selalu berakhir dengan kematian? Tpi ttp keren kok

    ReplyDelete
  9. (h) CeritaNya Bagus Banget... ;) EndingNya MenyedihKan

    ReplyDelete
  10. Critanya hampir sama kayak film "My Heart" :') #Sugoi ^^

    ReplyDelete
  11. terima kasih banyak atas infonya, semoga sukses selalu
    http://goo.gl/lsv9PL

    ReplyDelete
  12. Makasih buat infonya, sangat bermanfaat sekali...

    http://goo.gl/qRZ9FS

    ReplyDelete
  13. Anjir kok gua jadi nangis -_- wkwkw tapi kyknya cerpennya di langkah" harusnya kasih dlu yang bnyk bru endingnya langsung nikah, tapi tetep keren kok (y) like this!

    ReplyDelete

[MV] JKT48 - GINGHAM Check !