- JKT48 Novel Fan Fiction Part 10 (Last Part) (Created by admin #AZR) - ShareAboutJKT48

124

Berita Terbaru
Monday, July 29, 2013

JKT48 Novel Fan Fiction Part 10 (Last Part) (Created by admin #AZR)

JKT48 Novel Fan Fiction (Part 10)


        “What are you doing in here?!”.  Ucap pemuda itu dengan lantang nya sembari menepuk pundak Melody dari belakang.
Melody yang waktu itu hendak membuka laci meja Toni pun langsung terkaget-kaget akan kehadiran pemuda itu. Dia pun langsung berbalik dan dengan sigap langsung menjawab.
“A...aku temennya Toni, Melody”. Jawab Melody dengan terbata-bata saking takutnya, takut kejadian malam tadi menimpa nya kembali. Apa lagi suasana di gedung tua itu sangat sepi malam itu.
Pemuda itu pun terlihat kaget saat mendengar Melody memperkenalkan dirinya tadi, sembari melihat Melody dengan seksama dia pun berbicara.
“Ohh jadi kamu yang namanya Melody yang sering di bicarakan Toni itu, kamu sangat cantik pantas saja Toni sangat mencintaimu”. Ucap pemuda itu sembari tersenyum pada Melody.
Melody pun terlihat bingung mendengar perkataan pemuda itu barusan.
“Mencintaiku? Dia saja kemarin hampir membunuh aku dan temanku, mencintai bagaimana maksudmu!?”. Balas Melody dengan emosi yang meluap-luap karena mendengar pernyataan pemuda itu tentang Toni yang sebenarnya.
“Mungkin ini sulit dimengerti. Pahamilah, semua yang dilakukan Toni hanya bermaksud ingin membuatmu bahagia”. Ucap Pemuda itu sembari berjalan ke jendela yang berada dikamar tersebut.
“Sahabatku itu sangatlah keras kepala. Sudah beberapa kali aku cegah dia agar tak melakukan aksinya semalam, dia sebenarnya hanya  ingin membuktikan rasa sayang nya terhadap mu. Tapi dia melakukan hal yang sangat salah, dia tak seharusnya bunuh diri karena mu Mel”. Sambung nya sembari memandang langit malam dari kaca jendela yang ada di kamar tersebut.
Melody pun semakin bingung akan ucapan yang keluar dari mulut pemuda itu tadi.
“Membuktikan rasa sayang nya terhadapku? Kenapa dia melakukan ini?!” Balas Melody setengah berteriak dan terlihat sedikit mengeluarkan air mata kesedihannya.
“Karena dia ingin melihat kesungguhan seorang Zakky dalam mencintaimu Mel !”. Ucap Pemuda itu dengan tegasnya sambil memegang kedua belah bahu Melody dan mengguncang tubuhnya.
Melody pun mencoba mencerna kata-kata yang terlontar dari mulut pemuda itu, tak berapa lama dia pun menangis.
“Toni ingin membuktikan bahwa Zakky lah orang yang pantas untuk mencintaimu. Dia sengaja menculikmu agar dia bisa tahu, seberapa besar rasa pengorbanan seorang Zakky untuk dirimu Mel”. Sambung pemuda itu yang membuat Melody semakin menangis, tak bisa berkata apa-apa lagi selain mendengarkan pernyataan pemuda itu tentang Toni yang sebenarnya.
“Ta. . . tapi kenapa dia harus sampai bunuh diri ?! Itu semua tak masuk akal, bukan kah dia sayang terhadapku? Kenapa dia sengaja pergi meninggalkan ku?” Ucap Melody yang saat itu sudah duduk bersimpuh, menangis karena sudah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
“Semua itu karena Toni ingin kamu bahagia bersama Zakky, bukan bersamanya. Mungkin, Toni sudah tahu rasa sayangmu terhadap Zakky lebih besar dari pada rasa sayangmu terhadapnya. Dia tak ingin kamu terlibat dalam cinta segitiga nantinya jika dia masih hidup di antara kalian. Maka dari itu dia memutuskan untuk pergi meninggalkan kalian berdua. Ini semua dia lakukan hanya untuk kebahagiaanmu Mel”. Jawab pemuda itu panjang lebar dengan sedikit air mata yang menggenang dimatanya. Mungkin terharu akan sifat sahabat nya itu, Toni.
Suasana pun hening sesaat. Angin malam pun masuk melewati celah jendela kamar tersebut, sangat dingin. Tapi suhu udara saat itu tak lagi di pikirkan oleh Melody. Yang dipikirkannya saat itu hanyalah Toni, Toni, dan Toni.
“Mungkin ini sudah yang diinginkan oleh Toni. Coba kamu buka laci meja itu, disana ada sebuah diary kecil miliknya. Yang tabah ya Mel”. Sambung pemuda itu seraya bangkit dan pergi meninggalkan Melody seorang diri dikamar itu.
Dengan keadaan masih menangis Melody pun mencoba menenangkan diri, beberapa saat kemudian dia buka laci meja Toni tersebut. Di ambilnya buku diary kecil itu dan dia pun kembali ke hotel karena jam sudah larut malam.

                                             ***                                          
                                                                             
     
                “Fries, kamu cium bau ini ga?” ucap Kinal sembari menghirup udara dikamarnya itu dengan seksama.
“Iya, perasaan ku jadi ga enak Nal. Kira-kira ini bau apa ya?”. Jawab Frieska sembari ikut menghirup udara dikamar nya itu.
Kinal pun terdiam dan langsung shock setelah menyadari apa yang terjadi.
“Ini kan bau gosong. Ohh iya, masakanku! ! !”. Kinal pun berteriak sembari dengan refleks langsung berlari ke arah dapur.
Nasi goreng buatannya pun sudah gosong dan tampak sudah tak bisa dimakan lagi.
“Ya ampun, kok sampai gosong begini sih Nal?”. Ucap Frieska terheran-heran saat melihat wajan yang berisi nasi goreng buatan Kinal yang sudah gosong tersebut.
“Ya kamu sih ngajakin ngobrol, jadinya aku lupa deh”. Balas Kinal sembari membuang nasi goreng buatannya tersebut ke tempat sampah dengan menampakkan wajah cemberut.
“Jangan cemberut gitu dong cantik, nanti jelek loh. Ya sudah aku bikinin lagi ya nasi gorengnya”. Ucap Frieska berbaik hati pada Kinal.
Kinal pun tampak senang kembali dan tak beberapa lama kemudian ada bel dari luar kamarnya.
Tampak Ayana,Cindy,beserta adik Cindy sudah berada di depan pintu kamar Kinal dengan memakai jaket tebal. Maklumlah, saat itu kan sedang musim dingin.
“Kami boleh ikut makan disini gak? Kami lupa bawa makan nih kak!” ucap Ayana memelas pada Kinal.
“Huh dasar anak kecil ya sudah, ikut bantu Frieska masak aja sana”. Jawab Kinal sembari mempersilahkan mereka bertiga masuk.
Frieska pun tampak senang karena ada yang menemani nya memasak. Cindy beserta adiknya pun ikut membantu Frieska memasak, kebersamaan mereka sangat terasa saat itu.

Akhirnya masakan pun sudah terhidangkan di atas meja makan.
“Duh Ayana pakai tidur segala lagi,. Jason kamu bangunin kak Ayana dong”. Ucap Cindy menyuruh adiknya untuk membangunkan Ayana. Dia pun menuruti.
Ayana saat itu tengah tertidur disofa dengan memakai selimut tebal dan penutup kepala.
“Kak Ayana, bangun dong. Makanannya udah siap tuh”. Ucap Jason sembari dengan iseng mencubit pipi Ayana.
Namun Ayana tampak tak bergeming sedikit pun, bahkan tidurnya nampak makin nyenyak.
Jason pun bingung.
“Kak Ayana ini makannya apa ya, kok kalo tidur itu susah banget dibanguninnya”. Pikirnya terheran-heran melihat tingkah Ayana saat itu.
“Yah kalau sudah begini terpaksa deh pakai cara satu ini. Bangun! Bangun! Ada kebakaran! Tenot . . Tenot! Awas ada api!” Teriak Jason didekat telinga Ayana, Ayana pun langsung dengan sigap berdiri dan memasang kuda-kuda.
“Mana kebakarannya dek ?” Tanya Ayana pada Jason dengan wajah polos nya.
“Bohongan kok kak ahahahaha”. Jawab Jason sembari tertawa mentroll Ayana. Frieska, Kinal, dan Cindy pun ikut tertawa melihat kelakuan Jason terhadap Ayana barusan.
“Sial, aku di troll anak kecil” Ucap Ayana dalam hati sembari berjalan menuju ke meja makan.
Mereka pun makan malam bersama malam itu, kebersamaan yang takkan terlupakan.

                                                                                   
                                                                            ***


                Tokyo Dome sudah dipadati oleh penggemar 48 family hari itu. Beberapa bus yang mengangkut member AKB48,SKE48,HKT48, dan 48 lainnya pun sudah mulai berdatangan ke stage termasuk JKT48.

Semua member JKT48 pun berkumpul dan berdoa bersama diback stage.
“Ayo semua berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing, berdoa dimulai”. Ucap Kinal memimpin doa selaku kapten Team J JKT48.
Member pun terlihat  berdoa dengan khusuk nya sembari berpegangan tangan satu sama lain.
“Berdoa selesai, ayo satukan tangan!”. Ucap Kinal sembari menjulurkan tangannya ketengah.
Semua memberpun ikut menjulurkan tangan mereka ke atas tangan Kinal.
“J, Joyfull ! K, Kawaii ! T, Try to be the best. JKT48 . . . Yeayyyy ! ! !. Teriak semua member JKT48 dengan semangatnya.
Konser pun dimulai. Tampak Sudah beberapa kali JKT48 menampilkan perform mereka ditengah fans yang begitu banyak itu.  Hingga tiba saat nya mereka menyanyikan lagu River. Lagu yang overall nya lumayan susah, sampai-sampai para member pun frustasi karena nya. Namun, dengan usaha keras yang tak kenal lelah akhirnya mereka pun mampu menguasai lagu tersebut. Saat itu mereka sudah berada di atas stage. Penonton sangat antusias saat melihat mereka yang hendak membawakan lagu yang bersemangat itu.Namun, tanpa sengaja Melody melihat sosok Zakky ditengah kerumunan fans yang membeludak itu. Dia tampak melambai-lambaikan Light stick di tangannya sembari tersenyum pada Melody. Seakan-akan dia tengah memberikan semangat pada Melody dengan ikut menjadi bagian dari fans yang membeludak saat itu. Melihat itu Melody pun tersenyum, semangatnya berkobar setelah di semangati oleh orang kesayangannya itu.

Akhirnya konser mereka sudah selesai, semua berjalan lancar tanpa ada hambatan.
“Akhirnya ga sia-sia ya usaha kita selama ini!” ucap Nabilah pada semua member saat akan pulang menaiki bus.
“Iya dong! Usaha keras itu kan takkan menghianati. Impian ada di tengah peluh, bagai bunga yang mekar secara perlahan. Usaha keras itu tak akan mengkhianati. . .” Jawab Shania sembari menyanyikan bagian reff dari lagu mereka, Shonichi.
Melody pun tersenyum melihat perbincangan mereka, sebelum naik bus Melody pun menyuruh mereka berdoa.
“Eitss kalian pada lupa yaa?”. ucap Melody dengan suara yang membuat semua orang penasaran.
“Lupa apa lagi sih ibu ku sayang?”. Balas Sonya memeluk Melody dari belakang sembari bercanda.
“Kita harus bersyukur dong. Ingat, segala sesuatu itu dimulai dengan doa dan di akhiri juga dengan doa”. Ucap Melody menjelaskan dengan senyum manisnya.
Semua member pun sadar dan langsung berkumpul membuat lingkaran.
“Berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing, berdoa dimulai”. Ucap Kinal kembali memimpin doa saat mereka hendak kembali ke hotel.
“Berdoa selesai, ayo satukan tangan!”. Sambung nya sembari menjulurkan tangannya ketengah kerumunan.
Semua member pun mengikuti Kinal.
“J, Joyfull ! K, Kawaii ! T, Try to be the best. JKT48 . . . Yeayyyy ! ! !. Semua member pun terlihat kegirangan karena usaha mereka selama ini sudah membuahkan hasil yang manis.
Memberpun akhirnya kembali ke hotel tempat mereka menginap.

                                                                                               
                                                                          ***



Malam pun tiba.
Selesai beristirahat sejenak setelah konser mereka tadi, akhirnya Melody pun memutuskan untuk pergi menjenguk Zakky kembali di rumah sakit.
Dia pun mengambil tas ransel nya yang tergantung di dalam kamar.
Setelah sudah siap, Melody pun memberi tahu Frieska kalau dia hendak pergi sebentar.
“Frieska, kakak mau jenguk kak Zakky sebentar ya”. Ucap Melody sembari mencoba membangunkan Frieska yang sedang tertidur disofa ruang tamu itu. Mungkin karena kecapekan tadi, jadi setiba nya dihotel dia langsung tidur di sofa ruang tamu itu deh.
“Ya ampun badannya panas banget”. Sambung Melody dalam hati saat memegang keningnya.
Menyadari semua itu, Melody pun dengan sigap langsung mengambil handuk kecil yang sudah dibasahi sedikit air dan meletakkannya di atas kening Frieska.
Tak lupa dia taruh beberapa obat untuk diminum saat Frieska terbangun nanti.
“Kakak tinggal dulu ya, nanti obatnya jangan lupa diminum. Kakak sayang adik”. Ucap Melody halus seraya mencium pipi Frieska. Dia pun pergi ke rumah sakit dengan menggunakan taxi.

Sesampainya di rumah sakit Melody pun langsung berjalan ke ruang rawat yang ditempati Zakky. Udara sangat dingin, Melody pun saat itu tengah mengenakan jaket 2 lapis serta penutup kepala nya.
“Hai Melody, gimana tadi konser nya?”. Ucap Zakky kegirangan saat mendapati Melody yang sudah masuk kedalam kamar rawat nya.
“Ya gitu deh, alhamdulillah sukses hehe. Kamu kok belum sembuh udah pergi-pergi aja! Aku tadi liat kamu di kerumunan penonton, kalau kamu kenapa-kenapa gimana?”. Balas Melody sembari mengambil kursi dan duduk di samping ranjang tempat Zakky rebahan.
Setelah mendengar itu Zakky pun dengan refleks langsung bangkit dan memeluk Melody.
“Maafkan aku mel sudah membuatmu khawatir, aku cuman ingin memberikan semangat untuk kamu”. Ucap Zakky dengan nada menyesalnya, menyesal karena sudah membuat Melody khawatir.
Melody pun tersenyum.
“Gak papa kok, kamu makan dulu ya”. Balas Melody sembari melepas pelukan dan mengambil kotak nasi yang ada di tas ranselnya.
Zakky pun senang melihat nasi kotak itu.
“Eh bentuk nya hello kity haha. Enak gak ya makanan nya. Buatan mu sendiri kan?”. Ucap Zakky sembari mencibiri Melody.
“Enak aja. Ini buatan ku sendiri tau dan makanan ini pasti enak. Kamu makan sampai habis ya!”. Balas Melody dengan semangatnya sembari membuka kotak nasi itu dan menyuapi Zakky.

Beberapa jam kemudian.
Zakky sudah tampak tertidur pulas, Melody pun memutuskan untuk kembali ke hotel.
Di perjalanan pulang Melody pun membuka tas ransel nya dan mengambil diary milik Toni yang dibawa nya itu. “Aku ingin membacanya”. Ucap Melody dalam hati sembari melihat diary kecil itu dengan lekat.
“Pak stop disini ya”. Ucap Melody saat taxi nya melewati gedung tempat Melody diculik 2 hari yang lalu itu. Setelah membayar taxi pun pergi meninggalkan Melody seorang diri.
Dia pun memasuki gedung itu dan langsung berjalan ke arah kamar Toni, kamar dimana tempat dia diculik waktu itu.
Setelah sampai didalam kamar tersebut, Melody pun duduk dikursi yang ada terletak disudut kamar itu.
“Ini dia diary kamu kan Ton? semoga kamu tenang di alam sana jika nantinya aku sudah membaca semua ini”. Ucap Melody dalam hati sembari mulai membuka dan membaca diary tersebut.

Halaman demi halaman pun dibacanya dengan penuh perasaan, dia merasa seakan Toni sedang berada disamping nya saat membaca diary tersebut.

“ Senin, 12 Juli 2004
Pagi itu pertama kali nya aku mengenakan seragam putih abu2 ku sekaligus pertama kali nya aku merasakan yang namanya jatuh cinta. Ahh, gadis itu telah memikatku. Cantik dan manis, tapi sayang badannya pendek hahaha”.

Ku dekati dia dan aku pun mengajaknya berkenalan.
“Dari SMP mana nih?”. Ucapku sok akrab sambil menepuk pundaknya dari belakang.
“Ehh. . aku dari SMP *** Jakarta Selatan. Kalau kamu?” Balasnya dengan lemah lembut.
“Aku dari SMP *** Jakarta Pusat. Ohh iya perkenalkan namaku Toni, namamu siapa?” Jawabku sembari menjulurkan tanganku untuk memperkenalkan diri.
“Namaku Melody. Salam kenal ya” Balasnya kembali dengan senyum manisnya.

Perkenalan dengan seseorang yang tak pernah kulupakan seumur hidupku. Perkenalan dengan cinta pertamaku, Melody”.

Melody yang tengah duduk dimeja Toni itu pun tersenyum kecil saat membaca tulisan yang ada di diary Toni itu.

“Sabtu, 25 Agustus 2004
Saat itu aku dan Melody sudah sangat akrab, aku duduk sebangku dengannya. Hampir mimisan ada juga sih kalo tiap hari duduk sebangku sama orang manis kaya dia ini. Orang nya cerewet banget, masa aku salah sedikit aja udah diomelin sama dia hahaha”.

“Itu semua demi kebaikan mu tau, biar kamu gak melakukan kesalahan yang sama lagi nantinya”. Ucap Melody dalam hati sambil tertawa kecil. Air mata masih menggenang di matanya saat membaca halaman demi halaman diary Toni tersebut.

“Sabtu, 20 Januari 2005
Hari itu ada murid baru dikelas kami, namanya Zakky. Dia tampak sangat baik dan pintar, tapi masa bodohlah.
Hari itu aku sudah berniat untuk menembak Melody, apa lagi malam itu malam minggu.

Malampun tiba, saat nya aku bersiap-siap untuk menyatakan perasaanku ini. Berbagai macam cara sudah ku persiapkan agar hari itu berjalan lancar dengan mulai dari membawa cincin,surat cinta, coretan kecil(kalau-kalau lupa kata-kata buat nembaknya),dan masih banyak lagi (udah kayak nikahan aja ya? Kenapa ga sekalian aja bawa orang tua,seperangkat alat sholat atau bawa penghulu gitu) *plakk.

Akhirnya aku pun berangkat menaiki sepeda motorku. Bensin pun sudah terisi penuh, jadi tak khawatir lagi bakal mogok hahaha.
Sesampainya dirumah Melody aku pun langsung masuk ke halaman rumah nya yang besar itu. Nampak ada sebuah mobil mewah yang terparkir di depan halaman rumahnya dan pintu rumahnya pun tampak terbuka.”Mungkin ada tamu lain, mending nanti aja kali ya kerumahnya” pikirku.
Aku pun berjalan ke depan pintu rumahnya berniat untuk pamit pada Melody karena aku merasa tak nyaman, Karena saat itu masih ada tamu lain. Saat sampai di depan pintu nya, ku dengar suara Melody tengah berbincang dengan seorang lelaki. “Lelaki? Siapa dia?” Ucap ku dalam hati penasaran.
Setelah ku lihat dengan seksama, ternyata tamu itu adalah Zakky si anak baru itu. Dia tampak sangat asik ngobrol bersama Melody.
“Ya ampun, gua kalah jauh sama tu anak. Dia cakep,tajir,pinter,enak di ajak ngobrol. Beda banget sama gua yang serba pas-pasan gini”. Pikirku dalam hati minder saat melihat Melody yang tengah tertawa bahagia mengobrol berdua bersama Zakky saat itu.

Akhirnya aku pun memutuskan untuk pulang dan menahan keinginanku untuk menembaknya.”

“Selasa, 10 Februari 2005

Pagi itu aku berangkat sekolah. Di tas ku aku membawa bekal nasi 2 buah, 1 untukku dan 1 nya lagi untuk Melody. “Semoga Melody seneng aku bawain makanan buatan ku sendiri ini”. Ucapku dalam hati dengan penuh harap sambil terus melihat kotak nasi yang ku taruh dibawah kolong mejaku itu.

Akhirnya istirahat pertama pun tiba. Melody yang duduk disebelah ku saat itupun terlihat hendak bangkit dari kursinya, kayaknya sih pengen ke kantin. Tapi ku cegat dia.
“Mel, ngapain ke kantin? Buang-buang duit ahh. Aku udah bawain kamu makanan nih, kamu makan punya aku aja ya. Sehat loh, ini kan bikinan ku sendiri hahaha”. Ucapku penuh harap sambil memegang pergelangan Melody yang sudah hendak bangkit dari kursinya itu.

Melody pun tampak bingung

“Gimana ya? Aku udah ada janji nih sama Zakky mau makan bareng dikantin. Mendingan makanannya itu buat kamu aja, kamu makan sampai habis ya!”. Jawabnya dengan bersemangat, seolah-olah untuk membuatku tak kecewa karena tak menerima pemberianku ini.
“Tapi Mel.....”. Belum sampai aku habis ngomong dia pun sudah pergi meninggalkanku seorang diri dikelas.

Tahukah kamu Mel? Saat itu aku sudah hampir menangis. Mana perhatianmu terhadapku dulu? Mana dirimu yang dulu selalu menemani ku saat jam istirahat? Mana dirimu yang dulu selalu menngomeliku karena keisenganku? Semua nya sudah berubah Mel! Kamu terlalu asik dengan duniamu sendiri. Dunia yang hanya ada Zakky, Zakky, dan Zakky. Kamu gak memikirkan perasaan ku Mel? Perasaan seorang sahabat yang sudah jatuh cinta terhadap sahabatnya sendiri. Ketika sudah berniat ingin menyatakan perasaanya, tapi ternyata ada orang ketiga yang muncul diantara mereka. Orang yang dengan mudahnya membuat sifat sahabatnya berubah secara drastis.

Aku pun hanya bisa mengalah. Saat  melihatnya yang hampir setiap hari selalu makan dikantin berdua dengan Zakky. Aku pun hanya bisa memandangwajahnya yang terlihat bahagia bersama Zakky dari seberang meja makan mereka. “Ahh, mungkin dia sudah bisa bahagia tanpaku. Mungkin sudah sebaiknya aku pergi dari hidupmu Mel, pergi jauh darimu”. Ucapku dalam hati tersenyum kecil, saat melihat hubungan mereka”.

“Minggu, 20 Juli 2007

Hari itu adalah hari terakhirku berada di Indonesia. Setelah lulus dari SMA aku pun harus pindah ke Jepang, karena ayahku ditugaskan disana.
Kemarin aku sudah memberi tahu Melody bahwa hari ini aku bakal meninggalkannya. Dia pun tak tampak bersedih ataupun semacamnya. Dia hanya berkata akan pergi kebandara untuk mengantarku.

Waktu keberangkatan pun tersisa 15 menit lagi, kaki ini sepertinya sudah mati rasa. Sudah lebih dari 2 jam aku berdiri di depan pintu bandara, namun tak ada tanda-tanda Melody akan datang.

Handphone ku pun berdering, ada SMS yang masuk dari Melody.
“Toni maaf ya aku gak bisa ke bandara untuk mengantarmu, aku ada urusan lain. Jaga dirimu baik-baik disana ya, aku selalu merindukanmu”.

Saat itu rasanya aku sudah hampir menangis. lutut yang sudah lelah berdiri karena menunggu nya percuma, Melody tak akan datang.
 Aku pun duduk bersimpuh didepan pintu bandara “Aku belum sempat menyatakan perasaan ku padamu secara langsung, aku ingin sekali mengungkapkan ini secara langsung. Bisa-bisa aku jadi gila di sana jika terus-terusan seperti ini Mel !” Ucap ku berteriak dalam hati sembari mengeluarkan sedikit air mata.
Aku pun pergi meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya. “Semoga kita bisa bertemu lagi cinta pertamaku, Melody”. Ucapku dalam hati saat pesawat hendak lepas landas”.

“Jum’at, 25 Mei 2013

Saat itu sudah 5 tahun aku pergi meninggalkan Indonesia. Aku di Jepang tinggal bersama Zakky. Dia juga pergi ke Jepang setahun setelah kepergianku dari Indonesia untuk menuntut ilmu di negeri sakura ini. Kedua orang tua ku sudah meninggal sejak 3 tahun yang lalu, makanya aku sekarang tinggal seorang diri di sini bersama Zakky.

Hari itu Zakky bercerita kepadaku kalau Melody akan pergi kesini untuk mengadakan konser.
Aku pun tersenyum kecil saat mendengar kabar itu, “Kamu sudah jadi orang terkenal ya? Selamat ya”. Ucapku dalam hati senang setelah mengetahui kesuksesan seorang Melody saat itu.
Aku pun sudah berencana untuk menguji seorang Zakky dalam mencintai Melody. Aku tak ingin Melody salah memilih pendamping hidupnya nanti, karena aku ingin dia memilih orang yang benar-benar cinta terhadapnya dan rela berkorban apapun demi dirinya.

Akupun menyuruh Zakky untuk menculik Melody nantinya dan mengancamnya jika dia tidak melaksanakannya maka akan ku bunuh Melody. Tapi itu semua hanya rencanaku saja, aku hanya ingin melihat kesungguhan seorang Zakky dalam menyelamatkan Melody.

Akhirnya Melody telah berhasil diculik oleh Zakky dan Melody pun culik untuk sementara.

Malam itu aku memberikan sebungkus nasi pada Zakky untuk diberikan pada Melody. Zakky pun langsung dengan sigap mengambil nasi bungkus tersebut dan langsung berlari ke ruangan tempat Melody diculik.
Ahh betapa senangnya diriku saat melihat Zakky dengan wajahnya yang tulus memberikan nasi itu pada Melody. Mereka pun masih sempat bercanda di keadaan genting seperti itu “Memang pasangan yang serasi, aku turut bahagia Mel”. Ucapku dalam hati saat melihat mereka dari luar ruangan tersebut.

Maafkan aku Mel karena sudah membuatmu menangis ketakutan, karena sudah membuatmu shock, dan karena segalanya.
Tolong sampaikan permohonan maaf ku pada Zakky jika aku sudah tiada nantinya.

Mungkin ini tulisan terakhirku. Aku akan pergi meninggalkan semua nya. Meninggalkan kenangan manis yang dulu pernah tercipta bersama mu, meninggalkan keluargaku, meninggalkan temanku, dan meninggalkan Melody. Cinta pertamaku itu.

Semoga kamu bahagia didunia ini Mel walaupun aku sudah tiada nantinya,aku ingin nanti kalian berdua menikah dan menjadi keluarga yang bahagia. Janji ya! Hahaha
Kalau pun kamu membaca diary ini aku mohon agar kamu jangan menangis. Semua ini sudah menjadi pilihanku, aku hanya ingin membuat mu bahagia Mel.

Selamat tinggal Melody, cinta pertama dan terakhirku yang tak pernah tersampaikan”.

Melody pun menangis histeris saat selesai membaca semua isi diary Toni tersebut. Angin berhembus dengan kuatnya yang disusul dengan hujan yang deras.
Dia pun keluar gedung dan berlari dengan kencang kearah lapangan yang berada di depan gedung tersebut.
Di tengah lapangan yang sedang diterpa angi dan hujan itu Melody pun berteriak.
“Maafkan aku Toni! Maafkan kesalahan ku ini! Aku janji, aku akan bahagia disini walaupun tanpa kamu. Aku janji gak akan melupakanmu. AKU JANJI AKAN SELALU MENCINTAIMU TONI ! ! !” teriak Melody yang sudah mengeluarkan air mata yang bercampur dengan air hujan yang jatuh di wajahnya.





Cinta sejati bukanlah cinta yang harus saling memiliki. Cinta sejati adalah cinta yang selalu ingin membuat orang yang kita cintai merasa bahagia, walaupun itu mengorbakan jiwa bahkan raga kita sendiri”

                                          
TAMAT
Share Button

13 comments:

  1. Keren.....Bgtzzzz sumpah....Sugoii!!!!

    ReplyDelete
  2. Gila banget,untung gak nangis,gak kurang deh pahala puasa:v tapi emang bener keren dah^o^

    ReplyDelete
  3. Good work. Bagus gan ceritanya. Sayang udah tamat. Buat lagi dong! Tapi jangan tentang Melody lagi ya!: )

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Gileeee share cerpen lagi dong..... tapi tentang nabilah, frieska atau shanju gituuuu. Keren dah pokoknyaaa nyampe nangis berkali kali walaupun udah diulang ulang bacanya...... 4 jempol buat authornyaaa (Y)(Y)(Y)(Y)

    ReplyDelete
  6. yah, batal deh puasa gua, gara gara nangis ngulang cerita ini dr part 1-10. T_T

    ReplyDelete
  7. asli ini emang keren bgt ceritanya gan!!buat lagi dong tentang melody lagi ya!!! :)

    ReplyDelete
  8. Terimakasih banyak untuk semua komentarnya, nantikan fanfict saya yang terbaru ya! ^o^

    ReplyDelete
  9. Asli keren kalo bisa dibikin film nya mungkin lebih keren lagi,sumpah hampir nangis gw "-"

    ReplyDelete
  10. Min.. gue suka gaya looo! Keren dah!

    ReplyDelete
  11. Cooooool Min.... Sumpah keren bgtt.

    ReplyDelete
  12. Bagus Banget Ka TerHaru Baca Cerita Ini Rate ★☆★☆★☆★☆★☆ Untuk KaKa Semangat Yah Ka...

    ReplyDelete
  13. Keren banget nih ceritanya, 4 jempol haha :D

    ReplyDelete

[MV] JKT48 - GINGHAM Check !